Selasa, 28 Agustus 2012

kisah menarik nabi muhammad

Ternyata Jasad Nabi Muhammad
SAW Pernah Akan Dicuri※ Percaya gak, klo ternyata jasad
nabi Muhammad SAW pernah
terusik dan nyaris di curi oleh
orang kafir laknatullah. Sebelum
akhirnya Allah
menyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam sang nabi
tercinta. Peristiwa yang
memilukan dan nyaris menampar
wajah umat islam ini terjadi pada

tahun 1164 M atau 557 H,
sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab
Fusul min Tarikhi AL-Madinah Al
Munawaroh. Sebagaimana telah kita ketahui
bahwa hampir dapat dipastikan
bahwa sebagian besar orang yang
berziarah ke masjid Nabawi pasti
tak pernah lupa untuk
menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina
Abu Bakar dan Sayyidina Umar.
Mereka berbondong-bondong
menuju makam sang nabi
Fenomenal itu. Untuk sekedar
melihat atau berdoa. Peristiwa ini dilatarbelakangi
oleh kondisi umat islam pada masa
dinasti Abbasiyah di Baghdad
dimana kondisi umat Islam yang
semakin melemah dan berdiri
beberapa kerajaan Islam di beberapa daerah. Tentunya hal
ini tak di sia-siakan begitu saja
oleh orang-orang nasrani yang
merasa kesempatan emas
mencoreng wajah umat Islam dan
membuat umat Islam jatuh ada di depan mata. Karena ternyata
diketahui diam-diam mereka
telah menyusun rencana untuk
mencuri jasad Nabi Muhammad.
Setelah terjadi kesepakatan oleh
para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang nasrani untuk
menjalankan misi keji itu. Misi itu
mereka laksanakan bertepatan
dengan musim haji. Dimana pada
musim itu banyak jamaah haji
yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk
melaksanakan ibadah haji. Kedua
orang nasrani ini menyamar
sebagai jamaah haji dari
Andalusia yang memakai pakaian
khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian
awal kemungkinan untuk mencari
kesempatan mencuri jasad Nabi
SAW. Setelah melakukan kajian
lapangan, keduanya
memberanikan diri untuk
menyewa sebuah penginapan yang
lokasinya dekat dengan makam
Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya
menuju makam Rasulullah. Belum sampai pada akhir
penggalian, rencara tersebut
telah digagalkan oleh Allah
melalui seorang hamba yang
akhirnya mengetahui rencana
busuk itu Sultan Nuruddin Mahmud bin
Zanki, adalah seorang hamba
sekaligus penguasa Islam kala itu
yang mendapatkan petunjuk
melalui mimpi akan ancaman
terhadap makam Rasulullah. Sultan mengaku bermimpi
bertemu dengan Rasulullah
sambil menunjuk dua orang lelaki
berambut pirang dan berujar: “
Wahai Mahmud, selamatkan
jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.” Sultan terbangun
dalam keadaan gelisah lalu beliau
melaksanakan sholat malam dan
kembali tidur. Namun, Sultan
Mahmud kembali bermimpi
berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam. Malam itu juga Sultan segera
mempersiapkan diri untuk
melakukan perjalanan dari
damaskus ke madinah yang
memakan waktu 16 hari, dengan
mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali
harta yang diangkut oleh puluhan
kuda. Sesampainya di Madinah,
sultan langsung menuju Masjid
Nabawi untuk melakukan sholat di
Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan
termenung dalam waktu yang
cukup lama di depan makam Nabi
SAW. Lalu menteri Jamaluddin
menanyakan sesuatu, “Apakah
Baginda Sultan mengenal wajah
kedua lelaki itu? “Iya”, jawab
Sultan Mahmud. Maka tidak lama kemudian
Menteri Jamaludin mengumpulkan
seluruh penduduk Madinah dan
membagikan hadiah berupa bahan
makanan sambil mencermati
wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak
mendapati orang yang ada di
dalam mimpi itu diantara
penduduk Madinah yang datang
mengambil jatah makanan. Lalu
menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada
di sekitar Masjid Nabawi.
“Apakah diantara kalian masih
ada yang belum mendapat hadiah
dari Sultan?” Tidak ada, seluruh penduduk
Madinah telah mendapat hadiah
dari Sultan, kecuali dua orang dari
Maroko tersebut yang belum
mengambil jatah sedikitpun.
Keduanya orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.”
Ujar seorang penduduk. Kemudian Sultan memerintahkan
agar kedua orang itu dipanggil.
Dan alangkah terkejutnya sultan,
melihat bahwa kedua orang itu
adalah yang ia lihat dalam
mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah
dari Andalusia Spanyol. Meski
sultan sudah mendesak bertanya
tentang kegiatan mereka di
Madinah. Mereka tetap tidak mau
mengaku. Sehingga sultan meninggalkan kedua lelaki itu
dalam keadaan penjagaan yang
ketat. Kemudian sultan bersama menteri
dan pengawalnya pergi menuju ke
penginapan kedua orang tersebut.
Sesampainya di rumah itu yang di
temuinya adalah tumpukan harta,
sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu
sultan berkeliling ke kamar
sebelah. Saat itu Allah
memberikan ilham, sultan
Mahmud tiba-tiba berinisiatif
membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya
Allah, Subhanallah, ditemukan
sebuah papan yang di dalamnya
menganga sebuah lorong panjang,
dan setelah diikuti ternyata
lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad. Seketika itu juga, sultan segera
menghampiri kedua lelaki
berambut pirang tersebut dan
memukulnya dengan keras.
Setelah bukti ditemukan, mereka
mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi
SAW. Pada pagi harinya, keduanya
dijatuhi hukum penggal di dekat
pintu timur makam Nabi SAW.
Kemudian sultan Mahmud
memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan
mengisinya dengan timah. Setelah
pembangunan selesai, sultan
Mahmud dan rombongan pulang ke
negeri Syam untuk kembali
memimpin kerajaannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar